Anambas Samudera Kepri

Satgas Covid-19 Gelar Operasi Yustisi, Warga Yang Terjaring Terpaksa Ikuti Vaksinasi

Satgas Covid-19 Gelar Operasi Yustisi, Warga Yang Terjaring Terpaksa Ikuti Vaksinasi

Anambas, SK.co.id – Tim Satgas Covid-19 menggelar operasi yustisi dalam memaksimalkan vaksinasi di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Tim Satgas Covid-19 ini merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan petugas kesehatan yang melakukan operasi di daerah Jalan Selayan Pandang (SP), dimana warga yang melewati area jalan SP itu, langsung diarahkan oleh polisi masuk ke gedung RSUD Tarempa untuk divaksinasi Virus Corona (Covid-19) yang digelar sejak tanggal 3 hingga 31 Juni 2021 mendatang.

Sempat didapati warga yang kabur ke dalam lokasi salah satu hotel untuk menghindari operasi, namun berhasil diketahui oleh petugas yang kemudian memintanya beralih ke dalam lokasi RSUD, lokasi tempat vaksinasi dilakukan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kepulauan Anambas, Komisaris Polisi (Kompol) Yudi Sukmayadi,  membenarkan adanya operasi tersebut. Dikatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

“Ya sedikit ada paksaan, jika ada masyarakat yang menolak divaksin, polisi akan segera bertindak karena udah jelas undang-undangnya. Yang tidak mau, alasannya apa?, kita nanti bersama-sama dengan petugas kesehatan kita cari ke rumahnya,” ungkap Yudi.

Namun kata Yudi , dari 50 orang yang terjaring operasi itu, terdapat masyarakat yang dengan suka rela mau divaksin.

“Yang terjaring itu tadi secara paksa mungkin ada, dan masih ada juga yang sadar mau antri berjam-jam. Mungkin karena dia udah mengerti ketika kita memberikan penjelasan kepada mereka manfaatnya vaksin itu,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bagi pengendara motor yang tidak mau divaksin kita tanyakan surat-surat kelengkapannya. Tapi kalau dia mau secara sadar divaskin, kita bebaskan. Namun Wakapolres KKA itu tidak menjelaskan sanksi yang di kenakan kepada warga menolak untuk divaksin.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengerti. Mereka banyak mendengar dan menonton di media, dari Sosmed ada yang mengatakan bahwa ini bahaya. Maka dari itu sebagai wujud kepedulian kita menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat, TNI, Polri beserta jajaran turun ke jalan untuk memberikan informasi kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga yang divaksin terlihat pasrah dalam mengikuti vaksinasi karena terjaring operasi.

“Ya, mau tidak mau, tadi saya dihadang dan diminta vaksin, ya mau tidak mau, karena kalau tidak, kita tidak bisa lewat,” pungkas salah satu masyarakat. (Riandi).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: