Anambas Samudera Kepri

Pemberlakuan SE Penerapan Jam Malam di Anambas Masih Didapati Masyarakat Yang Melanggar

Pemberlakuan SE Penerapan Jam Malam di Anambas Masih Didapati Masyarakat Yang Melanggar

Anambas, SK.co.id – Penerapan jam malam di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) masih didapati masyarakat yang tidak mengindahkan, meski penerapan jam malam ini telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati KKA.

Berdasarkan pantauan anak usia sekolah masih mendominasi dalam pelanggaran jam malam ini, hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Tim Yustisi, Herry Fakhrizal.

“Kita sering mendapati anak sekolahan yang melanggar aturan terkait jam malam, dan orangnya pun kebanyakan orang yang sama, serta alasannya juga kerap sama,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Para pelaku pun mengelak dengan alasan yang kurang masuk akal, mulai dari membuat tugas, hingga mengambil barang, bahkan ketika kita meminta bukti kejelasannya, banyak yang tidak bisa membuktikan.

Bagi para penjual makanan atau minuman masih diperbolehkan buka pada malam hari namun harus secara take away bagi semua restoran, serta kedai kopi.

“Kita juga paham dengan kebutuhan masyarakat, maka dari itu, kita tetap memperbolehkan kedai kopi ataupun restoran untuk tetap membuka usahanya, tetapi tidak boleh makan ditempat” tambahnya.

Lanjutnya Harry juga menjelaskan bahwa, jika ada masyarakat yang ada keperluan penting, maka diperbolehkan keluar rumah diatas jam yang sudah ditentukan.

“Jam malam dimulai dari pukul 20.00 hingga 04.00 Wib, jika disekitaran jam tersebut ada masyarakat yang memiliki keperluan penting, maka tidak apa-apa keluar, tetapi tetap memakai masker, serta selesai keperluan, diharapkan bisa langsung pulang” jelasnya.

Terakhir, Herry mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama dapat mematuhi peraturan jam malam agar bisa mengurangi penyebaran kasus Covid-19 di Anambas, bahkan hingga nol kasus.

“Saya berharap seluruh masyarakat bisa sama-sama mematuhi aturan jam malam, terutama bagi para orang tua untuk selalu dapat mengawasi anaknya, agar tidak keluar di jam yang telah ditentukan, sebab kami masih menemukan anak Sekolah dengan berbagai alasan”. tutupnya. 

Sementara itu, menurut salah satu masyarakat menganggap aturan tersebut kurang efektif diterapkan jika bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Menurut saya ini kurang efektif bang kalau tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19,karena malam tidak keluar rumah tapi siang harinya tetap saja keliar dan nongkrong dibeberapa kedai kopi” pungkas Kenang. (Red).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: