Anambas Samudera Kepri

Laka Laut, Tiga Nelayan Asal Anambas Berhasil Selamat

Anambas, SK.co.id – Terombang ambing dilautan, tiga nelayan asal Anambas berhasil selamat usai sempat dibantu kapal Vietnam.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tarempa Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf, merespon langsung terkait informasi Nelayan Kepulauan Anambas yang mengalami kecelakaan laut di perairan Laut Natuna Utara.

Tempat kejadian berlokasi didekat pengeboran minyak Gajah Baru Offshore PT. Premier Oil yang terjadi pada hari Minggu tanggal 14 Nopember 2021 sekitar pukul 23.00 WIB.

Laka Laut, Tiga Nelayan Asal Anambas Berhasil Selamat

KRI Silaspapare-386 yang berada dekat dengan lokasi segera melaksanakan evakuasi terhadap korban untuk selanjutnya dibawa menuju Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kronologis singkat kejadian laka laut tersebut pada tanggal 29 Oktober 2021 sekira pukul 17.00 wib kapal yang mereka naiki dihantam ombak dan gelombang yang kuat di daerah Flatform Belida sehingga mengakibatkan lambung kapal pecah dan ketiga nelayan tersebut terombang-ambing di laut selama 3 hari.

Pada tanggal 1 November, datang sebuah kapal vietnam dengan nomor lambung KG.95878.13 menolong ketiga nelayan tersebut dan mereka berada di kapal vietnam KG. 95878.13 selama 8 hari, di hari ke-9, ketiga nelayan tersebut di oper ke Kapal Vietnam lainnya.

Kapal Vietnam ke-2 selama 1 hari, di hari ke-10, ketiga nelayan tersebut kembali di oper ke Kapal Vietnam lainnya.

Kapal Vietnam ke-3 selama 1 jam kemudian ketiga nelayan tersebut kembali di oper ke Kapal Vietnam lainnya.

Kapal Vietnam ke-4 selama 1 hari 1 malam dan pada hari Minggu tanggal 14 November 2021, ketiga nelayan tersebut melihat Kapal Tagboat Dian Horizon berbendera Indonesia sehingga mereka memutuskan untuk melompat dan berenang menuju Kapal Tagboat Dian Horizon tanpa sepengetahuan dan persetujuan otoritas setempat.

Melihat ketiga nelayan tersebut berenang, pihak Kapal Tag boat Dian Horizon langsung melakukan evakuasi kemudian dilakukan tes PCR untuk memastikan aman dari Covid-19,” ungkapnya.


Menurut keterangan salah satu korban keputusan mereka untuk melompat dari kapal Vietnam dikarenakan Kapal tersebut akan kembali ke perbatasan Vietnam-Indonesia dan dari keterangan ketiga nelayan bahwa selama mereka di Kapal Vietnam, mereka diperlakukan dengan baik oleh ABK Kapal dan diberi makan layaknya ABK Kapal yang lainnya.

”Pada saat melaksanakan proses pencarian korban, KRI Silaspapare – 386 mendeteksi keberadaa kapal TB Dian Horizon dan melaksanakan kontak radio terkait infomasi laka laut nelayan Kepulauan Anambas dan diperoleh bahwa benar korban berada di TB Dian Horizon.

Selanjutnya KRI Silaspapare – 386 meminta kepada TB Dion Horizon untuk merapat ke KRI Silaspapare – 386 untuk mengantarkan korban guna diberikan pertolongan lebih lanjut dan dievakuasi menuju Tarempa”, tambah Danlanal.

Berikut identitas nelayan / korban laka laut, Damri (38) Desa Air Asuk, Kec. Siantan Tengah, kemudian Iwan als. Ardi (39) Desa Ladan, Kec. Palmatak, dan Sabli, Umur 36 Tahun, Alamat Desa Putik, Kec. Palmatak

Kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp. 60.000.000, 1 buah Kapal pompong, 1 Unit GPS, 2 Unit Handphone, 1 Unit Bak Viber ukuran 1 Ton, 2 Unit Bak Viber ukuran 300 Kg. (Red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: